Mitos yang membuat pria depresi
Ukuran hanyalah angka, teknik permainan yang menjadi kunci utamanya.
Membuktikan apakah penis Anda normal atau tidak dapat dilakukan sendiri dengan ukuran yang akurat.
Sebagai organ vital, penis memegang peranan yang sangat penting bagi
kaum adam. Selain sebagai organ metabolisme, tentu saja penis adalah
senjata utama pria untuk menunjukkan kejantanannya. Inilah yang
kemudian menjadi pemicu psikologis seorang pria menjadi tidak percaya diri, atau sebaliknya, menjadi mesin seks yang siap menaklukan setiap wanita. Mitologi mengenai ukuran penis pun diturunkan dari generasi ke generasi. Di India, para Sadhu (spiritualis) dipercaya memperpanjang penis mereka dengan menggantung pemberat pada penis sejak masih belia. Tidak hanya itu, orang Topinama di pedalaman Brasil sengaja membiarkan ular berbisa menggigit penis mereka untuk menambah ukurannya. Bagaimana dengan orang Indonesia? Mungkin saja Mak Erot jawabannya.
Mitos memiliki penis berukuran besar akan memuaskan nafsu wanita seperti telah menancap di benak setiap pria. Dalam kenyataannya, belum tentu. Dr David Delvin, seorang seksolog yang juga menulis buku The Good Sex Guide: The Illustrated Guide to Enhance Your Love-making (1993) berpendapat jika masalah ukuran penis pada pria cenderung hanya permasalahan psikologis. Sesuai dengan sifat dasar pria yang kompetitif dan selalu ingin menjadi yang terbaik, urusan ranjang pun terkadang dibanding-bandingkan dengan orang lain. Inilah stigma yang harus diubah oleh pria bahwa ukuran bukanlah masalah yang sifatnya prinsip, terkecuali memang pria itu mengidap suatu penyakit atau kelainan genital.
Lantas bagaimana untuk mengetahui apakah ukuran penis Anda terbilang
‘baik-baik saja’? Ada beberapa langkah yang sebetulnya dapat Anda coba
sendiri. Yang terpenting adalah, selama organ intim Anda dapat berfungsi
dengan baik (sebagai saluran urin, ereksi, dan ejakulasi) maka tidak
ada yang perlu dikhawatirkan.
sumber: www.talkmen.com
kemudian menjadi pemicu psikologis seorang pria menjadi tidak percaya diri, atau sebaliknya, menjadi mesin seks yang siap menaklukan setiap wanita. Mitologi mengenai ukuran penis pun diturunkan dari generasi ke generasi. Di India, para Sadhu (spiritualis) dipercaya memperpanjang penis mereka dengan menggantung pemberat pada penis sejak masih belia. Tidak hanya itu, orang Topinama di pedalaman Brasil sengaja membiarkan ular berbisa menggigit penis mereka untuk menambah ukurannya. Bagaimana dengan orang Indonesia? Mungkin saja Mak Erot jawabannya.
Mitos memiliki penis berukuran besar akan memuaskan nafsu wanita seperti telah menancap di benak setiap pria. Dalam kenyataannya, belum tentu. Dr David Delvin, seorang seksolog yang juga menulis buku The Good Sex Guide: The Illustrated Guide to Enhance Your Love-making (1993) berpendapat jika masalah ukuran penis pada pria cenderung hanya permasalahan psikologis. Sesuai dengan sifat dasar pria yang kompetitif dan selalu ingin menjadi yang terbaik, urusan ranjang pun terkadang dibanding-bandingkan dengan orang lain. Inilah stigma yang harus diubah oleh pria bahwa ukuran bukanlah masalah yang sifatnya prinsip, terkecuali memang pria itu mengidap suatu penyakit atau kelainan genital.

Para Sadhu di India yang dipercaya memperbesar penis dengan cara yang unik.
Sumber: huffingtonpost.co.uk
Look at yours
Mulai sekarang, berhenti untuk membandingkan ukuran Mr. P Anda dengan orang lain. Ada beberapa pria yang menjadi tidak percaya diri setelah menyaksikan adegan-adegan panas dalam film dewasa. Ingat, film seperti itu dimainkan oleh para profesional yang serba terlatih dan cukup pelajari teknik berhubungan intim yang dapat dicoba bersama pasangan. Secara genetik, ukuran Mr. P pria Asia (terutama Asia Timur dan Tenggara) memang memiliki ukuran yang berbeda dengan ras Kaukasia atau Afrika. Sudah jelas bahwa ukuran penis setiap pria memang berbeda jika ditinjau dari gen dan ras. Berarti, tidak ada kesalahan pada ukuran Anda kan? Buktikan saja sendiri dengan mengukur penis saat sedang ereksi dan lihat sudut ereksinya, dari situ dapat dilihat jika penis Anda memang dalam keadaan normal atau tidak.Basic measurement
Pada malam hari sebelum beristirahat, Anda dapat mengukur penis dalam kondisi normal. Usahakan
untuk melakukan pengukuran saat penis dengan melepas celana secara utuh
untuk menghindari perbedaan suhu di sekitar organ intim tersebut.
Suhu yang tidak merata di sekitar penis dapat mempengaruhi ukurannya
saat sedang tidak ereksi. Ukuran rata-rata penis dalam keadaan normal
sekitar 8,89 - 9,9 cm. Lakukan dari pangkal penis dengan pita pengukur
untuk menghasilkan ukuran yang akurat. Malam hari merupakan saat terbaik
untuk melihat ukuran penis dalam kondisi normal karena saraf-saraf dan
pembuluh pada penis sedang dalam keadaan rileks.
Top measurement
Saat pagi hari, Anda mungkin sering merasa ‘gelisah’ karena Mr. P tegak berdiri seolah menantang pagi. Inilah waktu terbaik untuk mengukur penis saat sedang dalam kondisi ereksi maksimal. Ambil pita pengukur dan ukurlah penis dari pangkal sampai ke ujungnya. Hati-hati, jangan tertipu dengan penis yang sedang ‘tertidur pulas’. Penis yang tampak mungil dapat membesar secara mengejutkan ketika ereksi. Secara medis, hal ini dapat dikatakan wajar karena dipengaruhi oleh pacuan aliran darah yang begitu kuat saat sedang terangsang. Ukuran rata-rata penis saat ereksi memang bervariasi, namun rata-rata panjangnya sekitar 14,7 cm. So, apakah sesuai dengan ukuran Anda?
Waktu terbaik untuk mengukur penis adalah saat pagi hari.
Sumber: huffingtonpost.co.uk
Know your angles
Ligamen pada penis merupakan tonggak yang berfungsi untuk mempertahankan penis pada sudut tertentu saat sedang ereksi. Inilah yang dapat menentukan teknik berhubungan intim seperti apa yang ingin Anda mainkan. Sudut penis saat sedang ereksi ini pun berbeda antara satu pria dengan pria lainnya. Untuk merasakan sensasi maksimal saat berhubungan intim, rata-rata sudut penis dari pangkalnya adalah 106,8°. Tidak ada masalah yang berarti jika sudut tegak penis Anda sedikit berbeda dari ukuran tersebut. Hal ini serupa dengan pertanyaan mengapa penis ada yang tidak berdiri lurus, melainkan ada yang condong ke kanan atau ke kiri. Sekali lagi, menurut Dr Delvin hal itu bukanlah masalah prinsip yang harus membuat seorang pria merasa depresi.Does size matter?
Tidak. Ukuran pada penis hanyalah sebuah angka, sementara hubungan intim itu merupakan seni, paduan antara perasaan dan hasrat seksual. Penis yang memiliki ukuran di bawah rata-rata tetap memiliki kemampuan untuk menyentuh setiap sudut organ intim wanita. Jika Anda masih belum percaya diri, sebetulnya ada beberapa teknik yang dapat Anda pelajari untuk menyasar Miss V dalam titik rangsang yang tepat. Tanpa harus mengonsumsi obat-obat perangsang yang justru berbahaya bagi jantung atau penis menjadi iritasi karena sibuk mengusap bermacam minyak dan ramuan, tampilah percaya diri apa adanya. Ingat ketiga hal yang telah dibahas sebelumnya, selama ‘tongkat sakti’ masih mampu melaksanakan tugasnya tanpa keluhan apa pun, percayalah secara biologis kondisi Anda baik-baik saja.sumber: www.talkmen.com